pandangan, ucapan selamat, terimakasih dan harapan untuk H.Saleh Sudirman Hadi.

turnamen bupati cup tahun 2016
Pertama  saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada H.saleh. semoga di usia sekarang semakin sehat, semakin banyak kebaikan yang datang, semakin besar keberanian untuk berjuang, rezeki yang semakin berlimpah bukan hanya rupiah tapi juga rezeki dalam bentuk keluarga, kerabat, saoudara pengalaman dan kebahagian: terus mengispirasi.

Yah sebelum saya lanjutkan cerita tentang inspirasi. Saya ingin mengingat kembali soal pertemuan saya dengan beliao yang mungkin beliao juga sudah tidak terlalu ingat, karna memang sudah lama sekali. Waktu itu beliao masih jomblo.

Kebanyakan kawan di sosmed khususnya, tau bahwa saya dan H.salaeh berteman kenal dekat menjadi fatner, kadang ada yang bilang saya adiknya, adminnya, sekrektarisnya dsb. Karna tim sepak bola ESPANA DONDANG.

Tapi pertemuan saya sendiri dengan beliao jauh sebelum saya mengenal beliao sebagai pencinta sepak bola. Bahkan saya sendiri belum mengenal sepak bola saat beliao sering berkunjung kerumah kami.
Saya ingat waktu itu saya dan keluarga (ayah ibu) tinggal di rumah Kai Daut. Rumah panggung ala bugis yang di depan rumah ada pohon rambutan manis dan koyakan, sumur dan pohon jambu Sulawesi disamping kiri rumah, samping kanan ada pohon cempedak, belakang serikaya. Singkatnya rumah kai saya itu ditengah kebun.

Saya masih di bangku sd waktu itu, beliao kerap kerumah karna berkawan dengan ayah saya juga akrab dengan ibu. memang dari dulu suka ngumpul pak haji nih. Ada hal yang masih teringat oleh saya sampai saat ini. Beliao itu suka sekali makan daun singkong waktu itu, kadang kerumah cuman minta masakan daun singkong dan sambal kacang, lalu kami makan bersama.

Itu awal saya mengenal beliao dari orang yang biasa makan daun singkong bersama kami, makan ala kadarnya. Waktu itu saya belum tau soal reputasi beliao yang lain. Kemudian waktu berjalan, adik saya lahir, keluarga  kami membangun rumah. Berbeda dengan saya, adik saya memberi julukan H.saleh sebagai “om anggur” .

Singkat cerita saya lulus SMA, kadang beliao masih mampir dirumah kadang juga meningggalkan sepatu putsal atau baju (saya ambil) dari mobilnya.


Kemudian pertemuan kami lagi kurang lebih 3 tahun yang lalu sepulang Belio dari Bogor. Dari situlah saya lebih mengenal beliao bukan dari cerita orang atau tentang kabar-kabar yang ada, melainkan langsung dari beliao. dan soal selera makan beliao sampai hari ini belum berubah. apa yang beliao makan itu yang kami makan, apa yang kami hidangkan itu yang beliao makan.

Awal saya kerumah beliao yah karna dipanggil atau tugas. Bisa tentang team espana dondang atau yang lain. Kebetulan rumah beliau se rt dengan saya kurang lebih 500 m saja mungkin. Apalagi rumah beliao dulunya adalah lapngan bola saya sama anak rt sini.

Saya mulai mengenal beliao dari berbagai sisi. Waktu itu rumah sudah ramai silih berganti tamu, rekan bisnis, anak espana, keluarga yang datang, makanya sekarang di besarin karna mulai terasa gak muat kalau ngumpul katanya.

Saya mulai mengenal kepedulian beliao dengan pemuda, khususnya masalah kenakalan remaja dan narkoba. Kami mulai dengan menghidupkan lapangan sepak bola, ikatan remaja masjid, membuat beberapa kegiatan, ikut mengambil peran dikuluran maupun dikecamatan, berpartisipasi dengan kegiatan kelurahan dan kegiatan sosial lain. Seperti itulah yang diliat kebayakan orang.

Tapi diluar semua kegiatan itu, di dalam proses, khususnya tiga tahun terakhir ini saya berterimakasih atas kesempatan dan kepercayaan yang beliao berikan bukan soal jabatan / pekerjaan  tapi soal ilmu dan inspirasi yang beliao bagikan. Beliao bukan tipe yang terbiasa menasehati atau menggurui, beliao lebih biasa blak-blakan apalagi kalau marah hehehe. Tapi dari tindakan beliao dari sharing cerita beliao saya dapat belajar banyak dan melihat sisi yang lain dari seorang saleh sudirman hadi. Rasa cinta terhadap ibunya dan keluarga besar, berdamai dengan masa lalu, atau cerita tentang prusahaan dan usaha, bagaimana dia mengingat masa lalunya, perduli dengan kawan-kawan lamanya dan barunya. Kadang saya melihat sosok pemarah juga suka ngerjain ini, menjadi begitu tenang dan penyayang saat menjaga putrinya yang terbaring sakit. Kadang saya melihat beliao menjadi begitu tegas tentang peraturan perusahaan bahkan terhadap orang dekat di sekitar beliao, kadang saya melihatnya begitu khawatir kepada pemuda yang bahkan tidak ada ikatan keluarga dengannya. Selalu menarik mendengar cerita pengalamannya yang biasa dibaginya dalam perjalan pulang di mobil, cuman sampai sekarang beliao masih belum membagi amalan tentang menaklukan hati perempuan.  Harap bersabar belum waktunya kali, kita tunggu saja hahaha

Sekali lagi selamat ulang tahun H.Saleh Sudirman Hadi, maaf belum ada kado. Semoga selalu diberi kekuatan untuk terus berkontribusi.
“Kaya miskin, hidup mati semua sudah di takdirkan” maka “sisakan aku satu tempat di sampingmu” chasing the dragon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

selamat menempuh jalan baru kawan sebangku, aldi renaldi sasmita

Catatan sepulang 12 besar bupati cup 2017