selamat menempuh jalan baru kawan sebangku, aldi renaldi sasmita
Dear Aldi Renaldi Sasmita,
Pertama saya ucapkan selamat
berbahagia, selamat menempuh perjalanan baru Aldi dan Nita. Izinkan saya
menjadikan tulisan ini sebagai hadiah di hari bahagia kalian dan hari bahagia
kami juga. (udah lewat sih)
Saya ingat pertemuan saya dan Aldi
8/9 tahun lalu. Begini ceritanya, dulu
kita masih remaja usia anak SMA di sekolah kita berjumpa; cukup Dilang. Tahun
pertama di bangku SMA Negeri 1 Muara Jawa (SMARAJAKU) kami berada di kelas yang
sama, XA. Dua baris kursi di pojok kiri belakang kelas adalah tempat duduk
kami. Kalau ada yang membuat Aldi dan Saya cepat akrab mungkin karna kami
sama-sama minoritas, Aldi dari MTS Saya dari SMP 2. Yang kedua, karna Saya dan Aldi
orang Makasar. Bahkan Budaya Makasar di rumah Inal (panggilan rumah Aldi) lebih
kental. Jadi Nita harus mulai belajar panggil Inal tetta selain Kang Mas 😊
Singkat cerita Tiga tahun yang
istimewa di masa putih abu-abu berlalu. Kalau diceritakan semua bisa jadi berbab-bab
seperti tugas akhir hahaha. Kami (SARF) mulai melanjutkan perjalan ke tahap
berikutnya. Dunia kerja, karir, kuliah dll.
Soal “wanita-wanitanya” Aldi Renaldi
Sasmita bakal saya bocorkan sedikit dibawah. Sabar!!!
Saya memasuki dunia kampus pun
Aldi dan kawan-kawan seperjuangan lain di Universitas Mulawarman. Dunia baru,
lingkungan baru dan kawan baru membuat SARF jarang bersua sepeerti biasanya.
Meski begitu seperti tweet Fiersa Besari “persahabatan
yang tulus tak mengenal perpisahaan. Mungkin jauh, mungkin hilang komunikasi, namun
sahabat sejati akan selalu hidup dalam hati”.
Didunia Kampus di kota Samarinda
saya dan teman-teman menjadi lebih bersemangat mencoba banyak hal baru sedikit
liar kadang. Saya merasa seperti menjadi petasan rockets yang meluncur ke angkasa lalu meledak-ledak berbinar di
gelap langit malam. Tapi sahabat saya Aldi justru berbeda, Aldi lebih mirip
kembang api sparklers menyala terang,
berbinar di batang kawatnya tidak meledak-ledak namun terlihat indah. Aldi jadi
lebih kalem, tidak terbawa arus. Memutuskan tidak membuat Instagram yang sedang
booming misalnya, sekarang udah ada sih. Hehehe. Aldi lebih banyak berdamai
dengan masalahnya, dengan masa lalu, memperbaiki komunikasi dengan tetta nya. Yah Aldi memang selalu
membuat kemajuan dalam hidup pun seperti kabar pernikahannya, menjadi SARF pertama
yang menuju pelaminan; pasti akan memotivasi SARF yang lain. Jangan tanya
“kapan nyusul?” please deh
Oke sekarang soal Aldi dan
“wanitanya”. Saya sendiri memang tidak menjadi saksi pertemuan dan perjalanan
Nita Bersama Aldi, saya tidak terlalu kepo soal wanitanya di samarinda. Karna
biasa Aldi bakal cerita sendiri pada waktu dan tempat yang tidak pernah di
rencanakan. Seperti yang sudah-sudah whehehe 😊
*senyum penjahat
Beberapa kali kami masih ngumpul
di Kota Tepian untuk main game, ngopi atau sekedar begadang mengabiskan malam
menghitung bintang-bintang juga cerita soal kejayaan masa lalu dan mimpi dimasa
depan. Dalam sela ngumpul kadang Aldi lebih fokus pada telponnya biasa masalah
dua hati yang saling rindu atau bertengkar ringan. Kadang nyebelin juga sih
lagi ngumpul telponan (bilang aja iri dasar jomlo) tapi Aku sendiri gak risih
gak kaget juga soal itu sih, karna begitulah Aldi selama ini memprioritaskan
Wanitanya.
Saya jadi teringat soal kaka
kelas yang di ceritakannya semasa kami kelas X. Dengan polos atau bodohnya dia
bilang calonku tuh saat kaka kelas itu lewat di samping kelas kami mampir
sebentar di bawah pohon jambu dekat kelas sebelum menyebrang lapangan basket.
Nita kalau mau cerita lengkapnya nanti DM aku aja hehehe.
Maksudku begitulah dia
memprioritaskan wanitanya selalu menjaganya dalam terang maupun gelap, Menerima
lebih juga kurangnya.
Paragraph sebelum penutup ini
saya ingin mengingat masa-masa persiapan pernikahan, ada hal yang Aldi resahkan
kala itu bukan soal kamu Nita; ini soal perspektif, opini, budaya sebagian
masyarakat. Soal dunia pernikahan dan pasca pernikahan. Saya dengarkan
keresahannya waktu itu sambil mengelus kepala botaknya yang asimetris. Saya
cuman pengen ingatkan kita sudah sering
melawan stigma selama ini dan kita baik-baik saja. Kali ini juga gak perlu di
ambil pusing apalagi kali ini kamu gak sendirian ada Nita.
Sebagai penutup formal saya
ucapkan selamat menempuh hidup baru, bahagia sampai tua, jadi keluarga sakinah,
mawadah, warohmah. Sebagai penutup nonformal selamat menajalankan
fantasi-fantasi yang semasa sekolah sering disita guru saat ada rajia HP. Cepat
punya anak kalau ada yang kasi kado alat kontasepsi jual aja ke Imron butuh
banyak dia itu.
Warm regards,
Amiruddin

Komentar
Posting Komentar