cerita tentang liga tarkam sepak bola tak berhadiah di bumi datar.

Saya itu gk hobby protes atw curhat di fb apalagi dalam keadaan kesal atw jengkel, suka kasaar soalnya. Tapi ini emang “menggelitik batin”sampai lucunya tuh agak kelwatan.

Ini cerita tentang liga tarkam sepak bola tak berhadiah di bumi datar.


Ada seorang pemain muda bernama angga andi yg sedang menempuh pendidikan SMA di kota Balikpapan. Pemain ini berposisi sebagai striker atw wing biasanya. Pemain kelahiran muara jawa ini memulai karir bersama Mahakam fc di senipah, kemudian memulai debut di liga tarkam tak berhadiah bersama Biges fc. Pada tahun 2016 juga memperkuat timnas kecamatan muara jawa pada ajang bupati cup dan berhasil finish sebagai juara ke 3. Kemudian pada tahun ini (2017) bersama PSAD (persatuan sepakbola angkatan darat) berhasil menjuarai liga nusantara kaltim. Dan insyaalah akan berangkat ke Bali jika tidak berhalangan dengan ujian nasional dan jika masih dipanggil oleh PSAD tentunya. Kita doakan saja.
Angga andi ini juga secara kebetulan bergabung bersama tim kecil kebanggan saya ESPANA DONDANG sejak 2016 sampai sekarang.

Beberapa hari ini nama angga andi menjadi perbincangan menjelang bergulirnya liga tarkam tak berhadiah tahun 2017 di bumi datar. Bukan karna nilai transfernya mengalahkan neymar jr, bukan karna dipanggil oleh coach indra safri agar menjadi duet egy maulana di timnas U – 19. Pemain espana dondang ini menjadi perbincangan karena tidak di izinkan bermain di liga tarkam tak berhadiah di muara jawa. ya tempat lahirnya sendiri.
Jika ada yang bertanya kenapa ??? pertanyaan itu juga yang saya pertanyakan. Dan jawabannya itu yang menggelitik batin saya lucu-lucu gemes sedekit bungul aneh. *keceplosan
Alasan angga andi diprotes adalah karna KTP. Iya KTP, kartu tanda penduduk yg sedang diusut KPK itu. Serius!? 
“Angga andi tidak bisa main karna sekarang dia pemegang ktp Balikpapan, bukan lagi muara jawa, makanya juga di bupati cup 2017 tidak bisa memperkuat tim muara jawa”

Jadi kurang lebih begitu alasannya. Karna selembar kertas bercap dinas.

 “lucu karna angga andi itu gak punya KTP Balikpapan dia gk pernah buat. Angga andi itu statusnya pelajar disana. Tapi juga belum punya KTP muara Jawa. Begitu ceritanya….”  Saya coba klarifikasi di status fb lihat disini langsung di cek aja.

Kalau ada masyarakat bumi datar yang nyinyir “kamu mati-matian bela angga andi kan demi keuntungan tim esapana dondang” ini lucu paka k “LUCUK”  sangking lucunya.


Menghalangi dan tidak memperjuangkan
Saya bos saleh dan Kami bela angga andi bukan karena kepentingan tim dan juga kami takut kalah dalam liga tarkam berhadiah janji ini. Dengan komposisi yang espana dondang punya sekarang kami tetap optimis bertahan di liga tarkam berhadiah janji ini. Lagipula sepak bola itu kerja tim bukan kerja satu orang. Jadi jangan bicara meramaikan dan mencari bibit untuk bupati cup 2018. Kalau macam angga andi aja di halangi dan tidak diperjuangkan.

Kan lucu disaat kecamatan lain cari pemain buat perkuat timnya di bupati cup, kita malah menghalangi dan tidak memperjuangkan pemain muda kita yang berbakat untuk membela muara jawa. Bupati cup tahun 2017 ada salah satu kecamatan diperkuat pemain dari ibu kota provensi, kita semua tau itu. Tapi mereka dilengkapi dokumen yang sesuai aturan. Pertanyaanya kalau mereka bisa begitu kenapa kita muara jawa tidak bisa…?!

Ini bukan lagi msalah berkas menurut saya. Beri saya waktu 2 kali 24 jam saya bakal buatkan dokumen angga andi. Agar dia adalagi di KK muara jawa dan berdomisili di muara jawa.

Ini masalah  menghalangi dan tidak memperjuangkan pemain muara jawa.
Kenapa saya katakan menghalangi, kompetisi yang kita buat aturan yang kita buat justru bukan untuk memajukan persepakbolaan kita, jika ujungnya begini. Ada satu alasan agar angga andi bisa membela muara jawa  tapi kita malah mencari 100 alasan agar angga andi tidak bermain untuk muara jawa.
Kenapa saya katakanan tidak memperjuangkan, kalau kecamatan lain bisa memperkuat timnya dengan pemain luar seperti yang saya bilang diatas kenapa kita tidak. Kenapa kita tidak memperjuangkan angga andi seperti kita memperjuangkan  abang ambo dalle atau dance putra yg bermasalah dengan KTP nya. Sampai harus diurus di capil tenggarong.

Inilah sepenggal cerita lucu tentang liga tarkam sepak bola tak berhadiah di bumi datar. Yang belum bergulir tapi telah ramai di gosibkan.

Mohon maaf jika kurang berkenan, bukan bermaksud menyudutkan satu pihak dan lain sebagainya.
Bukan pula saya ingin menyanjung angga andi yang saat ini sedang meniti karir sepakbola. Saya sudah pernah lihat banyak pemain local samarinda maupun kaltim “hebat” dengan mata kepala saya. Dan angga andi masih harus berjuang dan bekerja keras.
Demikian maju sepak bola muara jawa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

selamat menempuh jalan baru kawan sebangku, aldi renaldi sasmita

Catatan sepulang 12 besar bupati cup 2017